Menteri Kesehatan Tetapkan 132 Rumah Sakit Rujukan COVID-19

Jubir Pemerintah untuk Penanggulangan COVID-19, Ahmad Yurianto, telah mengumumkan 8 kasus konfirmasi COVID-19 kemarin. Sehingga total kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia hingga hari ini tercatat 27 kasus. Segala upaya dikerahkan pemerintah untuk melakukan pencegahan dan pengendalian COVID-19 ini di berbagai sektor, salah satunya dengan penerbitan protokol penanganan, dan penyebarluasan media komunikasi, informasi dan edukasi kesehatan terkait COVID-19 ini.

Upaya pengendalian lainnya yang sangat diperlukan adalah penyiapan sarana dan prasarana untuk penatalaksanaan kasus yang dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Saat ini penatalaksanaan PDP membutuhkan ruangan isolasi yang memenuhi syarat pengendalian penyakit infeksi. Tentu beberapa rumah sakit di Indonesia mulai berbenah diri menyiapkan segala sesuatunya agar dapat dikatakan layak dan mampu melakukan tata laksana penyakit infeksi emerging tertentu, COVID-19 khususnya.

Sebelumnya pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, mengupayakan optimalisasi 100 RS rujukan yang ditetapkan pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 414 Tahun 2007 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Flu Burung. Pada tanggal 10 Maret 2020, pemerintah kembali menetapkan 132 RS rujukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 169 Tahun 2020 tentang Penetapan RS Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu. Hal ini merupakan bukti tanggung jawab pemerintah untuk mempersiapkan lebih banyak kapasitas daya tampung jika kasus yang mengarah kepada penyakit infeksi emerging, khususnya COVID-19, meningkat jumlahnya.

Keputusan Menteri Kesehatan tersebut dapat diunduh disini.

Daftar 132 RS Rujukan dapat diunduh disini.

Saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan sumber daya untuk dapat mengendalikan COVID-19 ini, dengan segala harapan bahwa COVID-19 ini dapat kita kendalikan dan kita hentikan penyebarannya.

Dukungan semua pihak dan masyarakat untuk selalu mengupayakan perilaku hidup bersih dan sehat dan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (GERMAS), akan menambah kekuatan dan kemampuan kita dalam mencegah terjadinya penularan COVID-19 ini. Senantiasa update dengan informasi terkini penyakit ini, selalu membiasakan cuci tangan pakai sabun/alkohol, menjaga kesehatan pribadi, tidak mudah panik dan mengikuti cara pencegahan lainnya, dapat sangat membantu diri sendiri dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Baca laman Pertanyaan dan Jawaban terkait COVID-19 lebih lanjut.

 272,509 total views,  96 views today

Like this Article? Subscribe to Get our news update for FREE!

Post Author: AMN

6 thoughts on “Menteri Kesehatan Tetapkan 132 Rumah Sakit Rujukan COVID-19

    nawi

    (March 14, 2020 - 07:15)

    tuk webmaster atau admin,,kalo pasang gambar informasi yg bisa di klik biar bisa diperbesar,,,coba gambar di atas ntu apa kliatan dg tulisan kecil yg gak bisa di klik buat zoom

      Muchtar Nasir

      (March 16, 2020 - 06:44)

      Silakan daftar selengkapnya dan lebih jelas dapat diunduh disini. Terima kasih

    adi nugroho

    (April 2, 2020 - 22:04)

    Adm Tolong dimuat juga distribusi bantuan, terutama obat dan APD ke rumahsakit, monitor juga rumahsakit2 non rujukan

      AMN

      (April 3, 2020 - 11:35)

      Terkait bantuan logistik dan sebagainya, silakan bapak akses ke covid19.go.id ya. Terima kasih dan salam sehat.

    Aswanta

    (April 4, 2020 - 05:30)

    Untuk wilayah yg belum terdeteksi… Ketika ada kasus yg mencurigakan apa yg harus masarakat lakukan selanjutnya mas?… Langkah langkah nya harus seperti apa, tolong gambarkan topologi nya, trimakasih

      AMN

      (April 4, 2020 - 06:48)

      Masyarakat dapat mengenali jika ada yang mengalami demam dan atau disertai gejala gangguan pernafasan seperti batuk, pilek, bersin, sakit tenggorokan, atau sesak, segera menghubungi petugas kesehatan untuk diperiksa dan didata. Sementara si sakit diwajibkan untuk menggunakan masker dan tetap di rumah, serta menjaga jarak minimal 1 meter dengan keluarganya yang sehat hingga 14 hari atau setelah dinyatakan negatif oleh petugas kesehatan. Untuk keterangan lebih detil dapat dilihat dalam pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 pada link berikut ini. Terima kasih. Salam sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.