Penularan dapat terjadi melalui dua jalur yaitu :
1. Penularan melalui hewan
Host alamiah dari virus Ebola adalah kelelawar buah (famili Pteropodidae). Virus Ebola dapat menular ke manusia melalui kontak dengan darah, sekresi, organ, atau cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi virus Ebola, seperti kelelawar buah, simpanse, gorila, monyet, antelope hutan, atau landak yang ditemukan sakit atau mati, atau di hutan tropis. Selain itu, potensi penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui proses penyembelihan, pemasakan, ataupun konsumsi daging hewan yang terinfeksi.
2. Penularan antar manusia
Seseorang dapat terinfeksi virus Ebola melalui kontak langsung (kulit yang luka atau selaput lendir) dengan:
- darah dan cairan tubuh (termasuk urin, saliva/air liur, keringat, feses/tinja, bekas muntahan, ASI, dan cairan semen) seseorang yang sakit atau meninggal karena penyakit Ebola.
- benda atau permukaan yang telah terkontaminasi cairan tubuh dari seseorang yang sakit atau meninggal karena penyakit Ebola.
Seseorang tidak dapat menularkan penyakit ini sebelum mereka menunjukkan gejala. Namun seseorang tetap dapat menularkan virus Ebola selama masih terdapat virus dalam darah mereka.
Petugas kesehatan yang memberikan perawatan kepada pasien Ebola memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit Ebola. Hal ini terjadi melalui kontak dekat dengan pasien tanpa penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) yang sesuai.
KEMENTERIAN
KESEHATAN RI
Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit
Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan
Tim Kerja
Penyakit Infeksi Emerging
Gedung Adhyatma
Lantai 6
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X.5 Kav. 4-9, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Berlangganan
Jangan Lewatkan Berita terbaru Media informasi penyakit infeksi emerging
Korespondensi :
[email protected]