Secara kumulatif sejak tahun 2014 hingga Mei 2026, telah dilaporkan sebanyak 35.834 kasus Penyakit Ebola dengan 15.635 kematian yang tersebar pada berbagai negara di dunia. Pada tahun 2014-2016 wabah penyakit ebola terbesar dilaporkan yaitu di Afrika Barat (Guinea, Liberia, dan Sierra Leone). Selain itu, pada tahun 2018-2020 terjadi wabah penyakit ebola di RD Kongo. Kedua wabah tersebut ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai public health emergency of international concern (PHEIC).
Pada 15 Mei 2026, Africa CDC melaporkan outbreak penyakit Ebola di Provinsi Ituri, RD Kongo. Hingga 24 Mei 2026 dilaporkan 817 suspek dengan 179 kematian suspek dan 98 konfirmasi dari 11 health zone di provinsi ituri (7 health zone), North Kivu (3 health zone), dan South Kivu (1 health zone). Selain itu, dilaporkan kasus importasi sebanyak 5 konfirmasi dengan 1 kematian di Provinsi Kampala, Uganda yang memiliki riwayat perjalanan ke RD Kongo (termasuk Ituri).
Pada 16 Mei 2026 WHO kembali menetapkan wabah Ebola di RD Kongo dan Uganda sebagai PHEIC. Penetapan tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan, antara lain penularan lintas wilayah dan lintas negara; adanya klaster kematian, termasuk pada tenaga kesehatan; masih terbatasnya informasi epidemiologi; kondisi keamanan, krisis kemanusiaan, dan mobilitas tinggi yang memperbesar risiko penularan; dan wabah disebabkan Bundibugyo virus (BDBV), dimana belum tersedia terapi dan vaksin spesifik.
KEMENTERIAN
KESEHATAN RI
Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit
Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan
Tim Kerja
Penyakit Infeksi Emerging
Gedung Adhyatma
Lantai 6
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X.5 Kav. 4-9, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Berlangganan
Jangan Lewatkan Berita terbaru Media informasi penyakit infeksi emerging
Korespondensi :
[email protected]